Update: Jumat, 22 Mei 2026

DMND

PT. Diamond Food Indonesia Tbk.

Rp 625
+3.31%
Volume
109 lot
MA 5
617
MA 20
633
RSI
33.33
High
625
Low
595

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.10%
Support (10d)
595
Resistance (10d)
645
Volume Trend (10d)
-49.8%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
2.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -25 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DMND saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp595, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp645.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 565 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

"Lebih baik beli saham perusahaan yang saya kenal." "Saya hanya beli saham produknya saya pakai sehari-hari." "Perusahaan besar dan terkenal pasti aman." Kalimat-kalimat di atas sering kita dengar dari investor pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di satu sisi, masuk akal: membeli saham perusahaan yang kita kenal terasa lebih nyaman karena kita merasa "memahami" bisnisnya. Namun di sisi lain, kebiasaan ini adalah bentuk familiarity bias—kecenderungan untuk berinvestasi pada aset yang sudah dikenal, akrab, atau dekat dengan keseharian kita, sambil mengabaikan peluang yang lebih baik dari perusahaan yang kurang dikenal. Dan seperti banyak bias lainnya dalam investasi, familiarity bias sering kali membuat kita melewatkan peluang besar dan meningkatkan risiko secara tidak sadar. Apa Itu Familiarity Bias? Familiarity bias adalah preferensi investor untuk memilih aset investasi yang sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  2. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  3. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  4. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  5. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  6. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  7. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  8. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  9. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  10. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

TradingView Chart - DMND