Update: Kamis, 20 Agustus 2026

DMND

PT. Diamond Food Indonesia Tbk.

Rp 615
-0.81%
Volume
51 lot
MA 5
621
MA 20
621
RSI
56.25
High
635
Low
615
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.13%
Support (10d)
575
Resistance (10d)
635
Volume Trend (10d)
-66.8%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -6 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DMND saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp635.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 575, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi

Reksadana properti adalah salah satu instrumen investasi kolektif yang menarik bagi investor yang ingin ekspos ke sektor real estat tanpa harus membeli properti fisik secara langsung. Namun, berbeda dengan reksadana saham yang nilai asetnya mudah diketahui dari harga pasar saham, reksadana properti memiliki tantangan unik: aset dasarnya (properti) tidak diperdagangkan setiap hari di bursa. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah reksadana properti yang Anda beli sudah mahal atau masih murah? Jawabannya ada pada rasio P/NAV (Price to Net Asset Value). Apa Itu NAV dan P/NAV? NAV (Net Asset Value) adalah nilai bersih aset reksadana per unit penyertaan. Untuk reksadana properti, NAV dihitung berdasarkan nilai wajar properti yang dimiliki (biasanya hasil penilaian appraisal oleh kantor jasa penilai independen) dikurangi kewajiban, dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar....

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  2. Membaca Perubahan Sentimen Pasar dengan Sikap: Antara Mengikuti Arus dan Tetap Rasional
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  5. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  6. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  7. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  8. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - DMND