Update: Jumat, 11 September 2026

ADMF

PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Rp 8.675
-0.29%
Volume
200 lot
MA 5
8.705
MA 20
8.696
RSI
55.56
High
8.725
Low
8.675
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.54%
Support (10d)
8.525
Resistance (10d)
8.775
Volume Trend (10d)
+33.4%
Score
50
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
3.27 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADMF saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp8.525, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp8.775.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 8.525, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?

Bagi Anda yang baru mulai tertarik berinvestasi, seringkali bingung memilih di antara tiga instrumen paling populer: saham, reksadana, dan obligasi. Ketiganya memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Tidak ada yang paling "benar" atau "salah". Yang terbaik tergantung pada tujuan, profil risiko, dan jangka waktu investasi Anda. Mari kita bedah satu per satu. 1. Saham Apa Itu Saham? Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau badan hukum atas suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Bagaimana Cara Kerjanya? Anda membeli saham di bursa efek melalui perusahaan sekuritas (broker). Harga saham bergerak naik turun setiap hari tergantung permintaan dan penawaran. Sumber Keuntungan: Sumber Penjelasan Capital Gain Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Dividen...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  2. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  3. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  4. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  5. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  6. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  7. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  8. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  9. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  10. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish

TradingView Chart - ADMF