Update: Jumat, 5 Juni 2026

ADMF

PT. Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Rp 8.000
-0.31%
Volume
325 lot
MA 5
8.190
MA 20
8.476
RSI
15.38
High
8.125
Low
8.000
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.31%
Support (10d)
7.925
Resistance (10d)
8.600
Volume Trend (10d)
-51.0%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-3.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (15.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 214 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ADMF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.31%. Area support terdekat berada di sekitar Rp7.925, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp8.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 8.600 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 9.460, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 7.925 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

Artikel menarik lainnya:

  1. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  2. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  3. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  4. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  6. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  7. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  8. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  9. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  10. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar

TradingView Chart - ADMF