Update: Kamis, 8 Oktober 2026

IKPM

PT. Ikapharmindo Putramas Tbk.

Rp 180
+2.86%
Volume
2.052 lot
MA 5
176
MA 20
178
RSI
52.78
High
180
Low
171
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.15%
Support (10d)
167
Resistance (10d)
186
Volume Trend (10d)
-57.6%
Score
65
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.74 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 112 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IKPM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp167, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp186.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 184 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 198 - 207 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 167 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  2. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  3. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  4. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  5. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  6. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  7. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  8. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  9. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  10. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?

TradingView Chart - IKPM