* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.
Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
Seorang investor membeli saham PT XYZ di harga Rp5.000. Ia memasang take profit di Rp7.500 (naik 50%). Beberapa bulan kemudian, saham tersebut naik hingga Rp10.000. Take profit di Rp7.500 sudah lama tersentuh, dan investor itu sudah menjual seluruh posisinya di harga Rp7.500. Ia senang dengan profit 50%, tetapi juga sedikit kecewa karena kehilangan potensi kenaikan hingga Rp10.000 (tambahan 33% dari harga jualnya). Investor lain, sebut saja Budi, membeli saham yang sama di harga Rp5.000. Namun Budi tidak memasang take profit tetap. Ia memasang trailing stop sebesar 15%. Ketika harga naik ke Rp6.000, stop loss-nya naik menjadi Rp5.100. Ketika harga naik ke Rp8.000, stop loss naik menjadi Rp6.800. Ketika harga naik ke Rp10.000, stop loss naik menjadi Rp8.500. Kemudian harga turun dan menyentuh Rp8.500. Budi menjual...