Update: Kamis, 15 Oktober 2026

ERAL

PT. Sinar Eka Selaras Tbk.

Rp 314
0.00%
Volume
23.010 lot
MA 5
313
MA 20
311
RSI
51.61
High
314
Low
306
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.68%
Support (10d)
294
Resistance (10d)
322
Volume Trend (10d)
-34.0%
Score
95
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-3.68 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.500 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ERAL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp294, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp322.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 314 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 361 - 393 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 298 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi

Seorang investor melihat laporan laba rugi sebuah emiten. Laba bersih naik 80% dibanding tahun lalu. Luar biasa! Namun setelah diselidiki lebih dalam, kenaikan laba tersebut ternyata berasal dari penjualan anak perusahaan (gain on divestiture) sebesar Rp200 miliar. Bisnis inti perusahaan justru mengalami penurunan laba operasi 10%. Harga saham yang semula naik karena "kabar baik" kemudian anjlok ketika pasar menyadari bahwa kinerja sesungguhnya memburuk. Inilah jebakan yang paling sering dialami investor pemula: tertipu oleh pos-pos luar biasa (non-recurring items) yang tidak mencerminkan kinerja berkelanjutan perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang analisis non-recurring items, bagaimana membedakan pendapatan dan beban inti (core) versus non-inti (non-core), serta teknik menormalkan laba untuk mendapatkan gambaran kinerja bisnis yang sesungguhnya. Apa Itu Non-Recurring Items? Non-recurring items adalah pos-pos pendapatan atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  2. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  3. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  4. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  5. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  6. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  7. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  8. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  9. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  10. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi

TradingView Chart - ERAL