Update: Jumat, 22 Mei 2026

VICI

PT. Victoria Care Indonesia Tbk.

Rp 550
+0.92%
Volume
6.557 lot
MA 5
551
MA 20
585
RSI
19.05
High
550
Low
525

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.13%
Support (10d)
525
Resistance (10d)
630
Volume Trend (10d)
+32.5%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
0.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.548 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VICI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp525, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp630.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 499 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

Dalam analisis teknikal, salah satu pertanyaan paling sulit dijawab adalah: Apakah tekanan beli atau tekanan jual yang sedang mendominasi pasar? Indikator volume seperti OBV dan A/D Line memberikan gambaran kumulatif sejak awal data. Namun, pendekatan kumulatif memiliki kelemahan: ia tidak pernah "reset". Akibatnya, tren lama bisa terus mempengaruhi pembacaan saat ini. Marc Chaikin, sang maestro di balik A/D Line, menyadari keterbatasan ini. Ia kemudian mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) – sebuah indikator yang mengukur tekanan beli dan jual dalam periode tertentu (biasanya 20 atau 21 hari), bukan secara kumulatif tanpa batas. Hasilnya adalah indikator yang lebih responsif terhadap kondisi pasar terkini, dengan batas atas dan bawah yang jelas. Apa Itu Chaikin Money Flow (CMF)? Chaikin Money Flow adalah indikator osilator yang mengukur accumulation/distribution dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  2. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  3. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  4. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  5. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  6. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  7. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  8. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  9. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  10. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi

TradingView Chart - VICI