Update: Kamis, 15 Oktober 2026

VICI

PT. Victoria Care Indonesia Tbk.

Rp 1.115
-3.88%
Volume
38.391 lot
MA 5
1.185
MA 20
1.073
RSI
59.62
High
1.170
Low
1.070
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.80%
Support (10d)
895
Resistance (10d)
1.445
Volume Trend (10d)
+45.9%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
25.99 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12.114 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VICI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp895, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.445.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 895, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun

Anda membeli saham di harga 1.000 rupiah. Sekarang harganya 600 rupiah. Anda sudah rugi 40 persen. Logika berkata: "Saya harus mengevaluasi apakah saham ini masih bagus. Jika fundamentalnya rusak, lebih baik jual. Jika masih bagus, bisa tahan atau bahkan tambah." Tapi suara lain di kepala Anda berkata: "Saya sudah rugi 40 persen. Tidak mungkin saya jual sekarang. Saya tunggu sampai kembali ke 1.000, baru saya jual. Saya tidak mau rugi." Suara kedua itu adalah sunk cost fallacy—kekeliruan berpikir di mana Anda membiarkan biaya yang sudah tidak dapat kembali (sunk cost) mempengaruhi keputusan Anda saat ini dan di masa depan. Dalam bahasa sederhana: Anda menahan saham yang seharusnya dijual hanya karena Anda sudah terlanjur rugi besar. Ini adalah salah satu jebakan psikologis paling merusak dalam investasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  2. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  3. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  4. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  5. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  6. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  7. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  8. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  9. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  10. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan

TradingView Chart - VICI