Update: Senin, 6 Juli 2026

VICI

PT. Victoria Care Indonesia Tbk.

Rp 645
+8.40%
Volume
93.906 lot
MA 5
598
MA 20
591
RSI
60.61
High
705
Low
595
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.03%
Support (10d)
575
Resistance (10d)
705
Volume Trend (10d)
-49.5%
Score
85
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
18.35 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -365 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VICI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp705.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 645 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 742 - 806 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 613 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham

Seorang teman baru pertama kali membeli saham dua minggu lalu. Ia mendapat profit 20% dalam waktu singkat. Sekarang ia merasa sudah "menguasai pasar". Ia memberi rekomendasi saham ke semua orang, yakin dengan analisisnya yang sederhana, dan menganggap investor lama yang lebih konservatif sebagai "ketinggalan zaman" atau "kurang berani". Di sisi lain, seorang investor dengan pengalaman 15 tahun tampak lebih hati-hati. Ia jarang bicara dengan penuh keyakinan. Setiap rekomendasi selalu dibumbui disclaimer tentang risiko. Ia mengakui bahwa banyak hal yang masih tidak ia pahami tentang pasar. Siapa yang lebih kompeten secara objektif? Investor pemula yang baru dua minggu, atau investor senior yang 15 tahun? Jawabannya jelas: investor senior tentu lebih kompeten. Namun ironinya, investor pemula itulah yang lebih percaya diri. Ia berada di puncak gunung kebodohan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  4. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  5. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  6. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  7. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  8. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  9. Piercing Pattern: Senjata Rahasia Mendeteksi Pembalikan Bullish
  10. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan

TradingView Chart - VICI