Update: Senin, 6 Juli 2026

ESTA

PT. Esta Multi Usaha Tbk.

Rp 185
+2.78%
Volume
54.381 lot
MA 5
188
MA 20
180
RSI
47.46
High
216
Low
183
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.60%
Support (10d)
166
Resistance (10d)
216
Volume Trend (10d)
+222.4%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-9.31 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -356 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ESTA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp166, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp216.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 216 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 238, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 166 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?

Utang adalah bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis. Hampir semua perusahaan memiliki utang, entah untuk ekspansi, modal kerja, atau akuisisi. Namun memiliki utang tidaklah berbahaya selama perusahaan mampu membayar bunga secara teratur. Pertanyaan mendasar bagi investor adalah: Apakah perusahaan menghasilkan cukup laba untuk menutupi beban bunganya? Jawabannya terletak pada Rasio Interest Coverage atau Rasio Cakupan Bunga. Metrik ini adalah indikator paling sederhana namun paling kuat untuk menilai risiko gagal bayar bunga utang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio ini, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Apa Itu Rasio Interest Coverage? Interest Coverage Ratio (ICR) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional perusahaan dibandingkan dengan beban bunga yang harus dibayarkan. Rasio ini menunjukkan "bantalan keamanan" yang dimiliki perusahaan untuk membayar bunga utangnya....

Artikel menarik lainnya:

  1. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  2. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  3. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  4. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  5. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  6. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  7. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  8. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  9. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  10. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal

TradingView Chart - ESTA