Update: Senin, 6 Juli 2026

EMAS

PT. Merdeka Gold Resources Tbk.

Rp 5.775
-2.53%
Volume
81.667 lot
MA 5
5.710
MA 20
6.621
RSI
29.41
High
6.100
Low
5.775
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.05%
Support (10d)
5.300
Resistance (10d)
7.125
Volume Trend (10d)
-38.0%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-15.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21.718 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EMAS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp7.125.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 5.300, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya

Setelah mempelajari rasio profitabilitas seperti ROE dan EPS, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur kesehatan finansial perusahaan dari sisi utang, yaitu DER atau Debt to Equity Ratio. Mengapa ini penting? Karena perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika utangnya membebani. Mari kita pahami DER dari dasar. Apa Itu DER? Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, DER menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah utang yang dimiliki perusahaan untuk setiap Rp100 modal pemegang saham?” Debt (Utang) : Semua kewajiban perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Equity (Ekuitas) : Modal sendiri yang berasal dari pemegang saham. Rumus DER Rumus DER sangat sederhana: DER = Total Utang / Total Ekuitas Hasilnya biasanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  2. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  3. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  4. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  5. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  6. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  7. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  8. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  9. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  10. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet

TradingView Chart - EMAS