Update: Jumat, 10 Juli 2026

EMAS

PT. Merdeka Gold Resources Tbk.

Rp 5.575
+0.45%
Volume
41.561 lot
MA 5
5.630
MA 20
6.318
RSI
22.33
High
5.650
Low
5.550
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.99%
Support (10d)
5.300
Resistance (10d)
6.450
Volume Trend (10d)
-63.0%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-26.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.692 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham EMAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 5.035 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham

Tahun 2022 hingga 2024 menjadi periode yang tidak terlupakan bagi investor saham global dan domestik. Bank sentral di berbagai negara menaikkan suku bunga acuan secara dramatis untuk memerangi inflasi. Di Indonesia, BI Rate naik dari level historis rendah 3,5% ke kisaran 6%. Akibatnya? Banyak perusahaan yang sebelumnya nyaman dengan utang berbunga rendah, tiba-tiba menghadapi lonjakan beban bunga yang menggerus laba bersih. Fenomena ini mengajarkan satu pelajaran penting: tidak semua saham bereaksi sama terhadap perubahan suku bunga. Perusahaan dengan utang besar dan sensitivitas tinggi akan babak belur, sementara perusahaan tanpa utang hampir tidak terdampak. Artikel ini akan membahas bagaimana menganalisis sensitivitas beban keuangan perusahaan terhadap perubahan suku bunga, langkah-langkah perhitungan, indikator kunci yang harus dipantau, serta strategi investasi di berbagai siklus suku bunga. Mengapa Suku Bunga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  2. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  3. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  4. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  5. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  7. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  8. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  9. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  10. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri

TradingView Chart - EMAS