Update: Jumat, 22 Mei 2026

KSIX

PT. Kentanix Supra International Tbk.

Rp 322
+1.90%
Volume
1.848 lot
MA 5
332
MA 20
331
RSI
50.00
High
340
Low
298

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
298
Resistance (10d)
410
Volume Trend (10d)
+246.4%
Score
65
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-3.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -460 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KSIX saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp298, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp410.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 328 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 354 - 370 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 299 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

Seorang investor ingin membeli saham perusahaan asuransi jiwa. Ia membuka laporan keuangan, melihat laba bersih, lalu menghitung PER. Hasilnya: PER 15x. "Cukup mahal," pikirnya. Ia bandingkan dengan perusahaan asuransi lain: PER 15x juga. "Wajar kali," lalu ia membeli. Namun setahun kemudian, saham yang ia beli justru underperform dibandingkan perusahaan asuransi lain yang memiliki PER sama. Ia bingung. Apa yang salah? Ia menggunakan alat yang salah untuk industri yang salah. Perusahaan asuransi jiwa tidak bisa dinilai dengan PER atau PBV seperti perusahaan manufaktur atau consumer goods. Mengapa? Karena bisnis asuransi jiwa memiliki karakteristik unik: pendapatan premi diterima di muka, sementara klaim dibayar bertahun-tahun kemudian. Laba yang dilaporkan sangat dipengaruhi oleh asumsi aktuaria dan bisa sangat menyesatkan. Untuk menilai perusahaan asuransi jiwa, investor harus menggunakan Embedded Value...

Artikel menarik lainnya:

  1. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  2. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  3. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  4. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  5. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  6. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  7. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  8. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  9. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  10. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham

TradingView Chart - KSIX