Update: Kamis, 20 Agustus 2026

FORU

PT. Fortune Indonesia Tbk

Rp 2.300
-0.86%
Volume
3.918 lot
MA 5
2.248
MA 20
2.589
RSI
28.06
High
2.380
Low
2.240
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.26%
Support (10d)
1.865
Resistance (10d)
2.710
Volume Trend (10d)
+13.0%
Score
75
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-26.28 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (28.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 137 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FORU saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.26%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.865, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.710.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.300 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.645 - 2.875 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.185 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi

Berapa harga saham PT XYZ saat ini? Rp3.000. Dulu Anda pernah membelinya di harga Rp5.000. Atau Anda pernah melihatnya menyentuh Rp8.000 setahun lalu. Kini Anda merasa berat untuk menjual di harga Rp3.000 karena "masih jauh dari harga beli" atau "masih jauh dari harga tertingginya dulu". Anda memilih menahan, berharap suatu saat akan kembali ke angka-angka itu. Atau sebaliknya. Anda ingin membeli suatu saham. Harganya sekarang Rp2.000. Tapi Anda masih "terbayang" bahwa minggu lalu harganya Rp1.500. Anda merasa rugi jika membeli di harga sekarang karena "sudah naik terlalu jauh". Anda menunggu kembali ke Rp1.500, padahal secara fundamental harga Rp2.000 masih wajar. Selamat, Anda sedang menjadi korban anchoring bias. Apa Itu Anchoring Bias? Anchoring bias adalah kecenderungan psikologis untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterima (yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  6. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  7. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  8. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  9. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  10. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank

TradingView Chart - FORU