Update: Senin, 5 Oktober 2026

PTRO

PT. Petrosea Tbk.

Rp 5.150
+0.49%
Volume
279.073 lot
MA 5
5.185
MA 20
5.300
RSI
48.72
High
5.275
Low
5.050
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.86%
Support (10d)
5.025
Resistance (10d)
5.525
Volume Trend (10d)
-21.3%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
0.49 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.910 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PTRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp5.025, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.774 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  2. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  3. Piotroski Score: Cara Sistematis Menilai Kesehatan Fundamental Perusahaan
  4. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  5. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  6. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  7. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  8. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  9. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  10. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda

TradingView Chart - PTRO