Update: Jumat, 11 September 2026

MPOW

PT. Megapower Makmur Tbk.

Rp 113
0.00%
Volume
29.774 lot
MA 5
114
MA 20
112
RSI
58.33
High
113
Low
110
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.65%
Support (10d)
110
Resistance (10d)
150
Volume Trend (10d)
+184.3%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.62 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -125 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MPOW saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp150.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 110, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Saham perbankan adalah salah satu sektor terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Bank menjadi tulang punggung ekonomi, penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, menilai saham bank tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menilai saham manufaktur atau teknologi. Mengapa? Karena bank memiliki struktur neraca yang unik. Aset bank sebagian besar adalah kredit (piutang) dan kewajiban bank sebagian besar adalah dana pihak ketiga (simpanan nasabah). Tidak ada pabrik, mesin, atau persediaan yang berarti. Akibatnya, rasio-rasio seperti PER (Price to Earnings) bisa menyesatkan, sementara PBV (Price to Book Value) dan ROE (Return on Equity) menjadi raja dalam valuasi saham perbankan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menggunakan PBV dan ROE untuk menilai saham bank, menentukan apakah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  2. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  3. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  4. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  5. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  6. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  7. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  8. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  9. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  10. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?

TradingView Chart - MPOW