Update: Selasa, 18 Agustus 2026

KIOS

PT. Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Rp 97
+4.30%
Volume
427.503 lot
MA 5
95
MA 20
95
RSI
53.13
High
100
Low
92
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.09%
Support (10d)
91
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-14.8%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
11.49 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.503 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KIOS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.09%. Area support terdekat berada di sekitar Rp91, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 91, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  4. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  5. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  6. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  7. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  8. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  9. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - KIOS