Update: Kamis, 20 Agustus 2026

KIOS

PT. Kioson Komersial Indonesia Tbk.

Rp 96
+2.13%
Volume
78.177 lot
MA 5
95
MA 20
95
RSI
51.52
High
97
Low
94
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.15%
Support (10d)
91
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-6.8%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
7.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.755 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KIOS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp91, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 91, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

Seorang investor di Indonesia memiliki portofolio yang terdiri dari 100% saham-saham Indonesia. Ia bangga, "Saya mendukung perusahaan lokal. Saya tahu pasar Indonesia." Di waktu yang sama, seorang investor di Malaysia juga memiliki portofolio 100% saham Malaysia. Investor di Thailand 100% saham Thailand. Investor di Jepang 100% saham Jepang. Mereka semua merasa melakukan hal yang benar. Namun pertanyaannya: apakah rasional membatasi diri hanya pada satu negara, hanya karena Anda tinggal di negara itu? Jawabannya: tidak. Inilah yang disebut home bias—kecenderungan investor untuk mengalokasikan sebagian besar portofolionya ke saham domestik (dalam negeri), meskipun diversifikasi global secara objektif bisa memberikan return yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah. Apa Itu Home Bias? Home bias (atau domestic bias) adalah preferensi investor untuk berinvestasi di negara asalnya secara tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  2. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  3. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  4. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  5. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  6. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  7. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  8. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  9. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  10. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

TradingView Chart - KIOS