Update: Kamis, 20 Agustus 2026

GGRM

PT. Gudang Garam Tbk.

Rp 20.225
+0.50%
Volume
5.642 lot
MA 5
20.170
MA 20
19.621
RSI
58.71
High
20.300
Low
20.025
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
19.425
Resistance (10d)
21.825
Volume Trend (10d)
-17.5%
Score
95
Win Rate (30d)
70 %
P/L (30d)
23.89 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.332 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GGRM saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp19.425, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp21.825.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 20.225 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 23.259 - 25.281 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 19.214 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi

Dalam dunia analisis saham, sebagian besar investor sudah familiar dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Namun, ada varian yang lebih jarang dibahas tetapi sangat berguna untuk sektor-sektor tertentu: EBITDAR (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent/Restructuring Costs). EBITDAR menghilangkan beban sewa (rent) dari perhitungan laba, memberikan pandangan yang lebih bersih tentang kinerja operasional perusahaan—terutama bagi mereka yang memiliki biaya sewa yang signifikan. Artikel ini akan membahas apa itu EBITDAR, mengapa penting, kapan menggunakannya, serta perbedaannya dengan EBITDA dan metrik lainnya. 1. Apa Itu EBITDAR? EBITDAR adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent (atau kadang Restructuring Costs, tergantung konteks). Dalam artikel ini, kita akan fokus pada Rent (biaya sewa), karena itu penggunaan yang paling umum. Rumus EBITDAR (dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  2. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  3. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  4. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  5. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  8. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  9. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  10. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham

TradingView Chart - GGRM