Update: Jumat, 22 Mei 2026

IKAN

PT. Era Mandiri Cemerlang Tbk.

Rp 80
+1.27%
Volume
54.936 lot
MA 5
84
MA 20
96
RSI
25.58
High
82
Low
76

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.02%
Support (10d)
75
Resistance (10d)
107
Volume Trend (10d)
+25.4%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-13.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.763 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IKAN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp75, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp107.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 107 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 118, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 75 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri

Tidak semua bahaya dalam trading datang dari pasar yang bergerak liar. Justru sebaliknya, kadang-kadang bahaya terbesar datang dari pasar yang tidak bergerak sama sekali. Pasar sideways. Harga bergerak sempit naik turun 0,5 persen. Tidak ada breakout. Tidak ada setup yang jelas. Volume tipis. Hari terasa berjalan lambat. Menit terasa seperti jam. Layar terasa membosankan. Dan di situlah masalah dimulai. Trader yang bosan mulai "mencari-cari kesibukan." Membuka posisi kecil di saham yang tidak direncanakan. Melakukan transaksi hanya karena ingin "merasakan" pasar. Membeli dan menjual saham yang sama beberapa kali dalam sehari tanpa alasan analitis yang jelas. Inilah yang disebut overtrading akibat boredom—trading berlebihan bukan karena peluang bagus, tetapi karena kebosanan. Ini adalah salah satu penyebab kerugian trader ritel yang paling tidak disadari. Tidak dramatis seperti revenge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  2. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  3. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  4. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  5. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  6. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  7. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  8. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  9. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  10. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted

TradingView Chart - IKAN