Update: Selasa, 18 Agustus 2026

LFLO

PT. Imago Mulia Persada Tbk.

Rp 510
+0.99%
Volume
975 lot
MA 5
504
MA 20
491
RSI
63.54
High
525
Low
492
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.99%
Support (10d)
474
Resistance (10d)
525
Volume Trend (10d)
-79.1%
Score
100
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.07 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (63.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LFLO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 63.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp474, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 510 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 587 - 638 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 485 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham

Dalam dunia saham, perusahaan manufaktur, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur memiliki aset produksi yang menjadi "mesin pencetak uang" mereka. Namun, bagaimana cara menilai apakah harga saham saat ini sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan? Jawabannya ada pada rasio yang jarang digunakan investor ritel: Rasio Enterprise Value per Kapasitas Produksi (EV/Capacity). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: "Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk membeli setiap satu unit kapasitas produksi perusahaan?" Artikel ini akan membahas konsep, perhitungan, interpretasi, serta bagaimana rasio ini bisa membantu Anda menemukan saham manufaktur yang murah atau justru overvalued. 1. Apa Itu Rasio EV per Kapasitas Produksi? Rasio EV per Kapasitas Produksi adalah perbandingan antara Enterprise Value (EV) perusahaan dengan total kapasitas produksi yang dimilikinya dalam satu periode. Rumus: EV/Kapasitas Produksi = Enterprise Value ÷...

Artikel menarik lainnya:

  1. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  2. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  3. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  6. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda
  7. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  8. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  9. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  10. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya

TradingView Chart - LFLO