Update: Jumat, 22 Mei 2026

GUNA

PT. Gunanusa Eramandiri Tbk.

Rp 190
+1.06%
Volume
1.684 lot
MA 5
196
MA 20
215
RSI
25.71
High
199
Low
185

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.71%
Support (10d)
185
Resistance (10d)
224
Volume Trend (10d)
+469.9%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-13.64 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -40 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GUNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp185, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp224.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 176 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan

Seorang investor membeli saham karena FOMO—melihat teman-temannya cuan besar. Tanpa rencana, ia membeli di harga puncak. Ketika harga turun, ia panik dan menjual di harga terendah. Ia rugi. Investor lain membeli saham yang sama, di waktu yang sama, dengan harga yang sama. Namun ia memiliki rencana: target profit di 20%, stop loss di 8%. Ketika harga turun 8%, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ketika harga naik ke target, ia ambil untung. Ia konsisten untung dalam jangka panjang. Apa bedanya? Rencana trading (trading plan). Investor pertama bertindak berdasarkan emosi dan reaksi spontan. Investor kedua bertindak berdasarkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, bahkan sebelum harga bergerak. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana membangun rencana trading yang efektif, komponen apa saja yang harus ada, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  2. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  3. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  4. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  5. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  6. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  7. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  8. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  9. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  10. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - GUNA