Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SMMA

PT. Sinarmas Multiartha Tbk.

Rp 20.125
+0.12%
Volume
9 lot
MA 5
20.150
MA 20
20.193
RSI
46.15
High
20.150
Low
20.000
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.44%
Support (10d)
19.500
Resistance (10d)
20.175
Volume Trend (10d)
-23.1%
Score
40
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-6.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp19.500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 19.500, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda

Ada sebuah ironi dalam dunia trading saham modern. Di satu sisi, kemudahan akses melalui aplikasi di ponsel adalah berkah. Anda bisa membeli dan menjual saham dari mana saja, kapan saja. Grafik实时, harga实时, berita实时. Semuanya dalam genggaman tangan. Namun di sisi lain, kemudahan ini telah menciptakan monster baru: kecanduan layar. Trader modern menghabiskan berjam-jam setiap hari menatap grafik, memeriksa harga, membaca berita, berganti-ganti aplikasi. Buka, tutup, buka lagi. Lima menit sekali. Dua menit sekali. Setiap detik. Ironinya: semakin sering Anda melihat layar, semakin buruk keputusan trading Anda. Artikel ini akan membahas mengapa membatasi screen time saham adalah salah satu keputusan paling cerdas yang bisa Anda buat, bagaimana dampak negatif dari kebiasaan memantau pasar secara konstan, dan strategi praktis untuk melepaskan diri dari layar tanpa kehilangan peluang....

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  2. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  3. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  4. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  5. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  6. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  7. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  8. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  9. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  10. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib

TradingView Chart - SMMA