Update: Kamis, 8 Oktober 2026

HAIS

PT. Hasnur Internasional Shipping Tbk.

Rp 175
0.00%
Volume
965 lot
MA 5
175
MA 20
179
RSI
18.75
High
175
Low
173
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.76%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
180
Volume Trend (10d)
-37.6%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-4.37 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (18.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 45 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HAIS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 18.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 180 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 198, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 170 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari Hammer (bullish) dan Hanging Man (bearish), kini saatnya mengenal satu pola bearish klasik lainnya: Shooting Star. Jika Hanging Man adalah "orang gantung" dengan sumbu panjang ke bawah, maka Shooting Star adalah kebalikannya—sumbu panjang menjulang ke atas bagaikan bintang jatuh di langit malam. Dalam analisa teknikal saham, Shooting Star dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan bearish yang paling dapat diandalkan, terutama ketika muncul di puncak tren naik yang panjang. Namanya sendiri mengandung makna: bintang jatuh membawa harapan (bull) yang kemudian padam dan berubah menjadi kehancuran (bear). Apa Itu Shooting Star (Bearish)? Secara visual, Shooting Star terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Sumbu atas (upper shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  2. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  3. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  4. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas
  5. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  6. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  7. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  8. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  9. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  10. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold

TradingView Chart - HAIS