Update: Jumat, 14 Agustus 2026

LION

PT. Lion Metal Works Tbk.

Rp 344
+1.78%
Volume
340 lot
MA 5
347
MA 20
352
RSI
34.29
High
348
Low
330
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.77%
Support (10d)
326
Resistance (10d)
362
Volume Trend (10d)
-90.7%
Score
20
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
8.86 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LION saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.77%. Area support terdekat berada di sekitar Rp326, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp362.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 310 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)

Dalam dunia investasi, ada banyak sekali strategi dan model portofolio. Mulai dari yang super sederhana (100% saham) hingga yang kompleks (menggunakan derivatif dan komoditas). Namun, selama beberapa dekade, satu model portofolio telah bertahan sebagai titik acuan global bagi investor institusi maupun ritel: Model 60/40. Model ini sangat sederhana: 60% saham (untuk pertumbuhan) dan 40% pendapatan tetap (obligasi/deposito untuk stabilitas). Namun dibalik kesederhanaannya, ada logika yang mendalam dan telah terbukti dalam berbagai siklus pasar. Artikel ini akan mengupas apa itu model 60/40, mengapa ia begitu populer, kelebihan dan kekurangannya, serta apakah model ini masih relevan di era sekarang. Apa Itu Model Portofolio 60/40? Model 60/40 adalah strategi alokasi aset di mana seorang investor mengalokasikan 60% dari portofolionya ke saham (ekuitas) dan 40% ke obligasi atau pendapatan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  2. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  3. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  4. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  5. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  6. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  7. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  8. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi

TradingView Chart - LION