Update: Selasa, 18 Agustus 2026

HALO

PT. Haloni Jane Tbk.

Rp 69
-1.43%
Volume
131.301 lot
MA 5
70
MA 20
69
RSI
56.25
High
71
Low
68
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.30%
Support (10d)
68
Resistance (10d)
76
Volume Trend (10d)
-21.1%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
7.81 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -10.679 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HALO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp68, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp76.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 76 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 84, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 68 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?

Jika stock split (pemecahan saham) umumnya disambut gembira oleh pasar, maka reverse stock split sering kali justru menimbulkan kewaspadaan. Banyak investor menghindari saham yang melakukan reverse split karena menganggapnya sebagai sinyal buruk. Namun, benarkah selalu demikian? Apakah ada situasi di mana reverse stock split merupakan langkah strategis yang tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang reverse stock split: definisi, mekanisme, alasan perusahaan melakukannya, serta bagaimana seharusnya sikap investor yang bijak. Apa Itu Reverse Stock Split? Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split biasa. Dalam aksi ini, perusahaan menggabungkan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Jumlah lembar saham yang Anda miliki akan berkurang, sementara harga per lembar saham akan naik secara proporsional. Sekali lagi, total...

Artikel menarik lainnya:

  1. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  2. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  3. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  4. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  5. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  6. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  7. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  8. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  9. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  10. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan

TradingView Chart - HALO