Update: Senin, 5 Oktober 2026

WIKA

PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Rp 204
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
204
MA 20
204
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Artikel menarik lainnya:

  1. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  2. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  3. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  4. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  5. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  6. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  7. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  8. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  9. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  10. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover

TradingView Chart - WIKA