Update: Jumat, 5 Juni 2026

BRMS

PT. Bumi Resources Minerals Tbk.

Rp 510
-1.92%
Volume
2.312.685 lot
MA 5
548
MA 20
672
RSI
20.73
High
560
Low
505
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.58%
Support (10d)
468
Resistance (10d)
680
Volume Trend (10d)
+100.9%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-40.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -56.861 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRMS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp468, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp680.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 445 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham

Dalam dunia saham, perusahaan manufaktur, pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur memiliki aset produksi yang menjadi "mesin pencetak uang" mereka. Namun, bagaimana cara menilai apakah harga saham saat ini sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan? Jawabannya ada pada rasio yang jarang digunakan investor ritel: Rasio Enterprise Value per Kapasitas Produksi (EV/Capacity). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: "Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk membeli setiap satu unit kapasitas produksi perusahaan?" Artikel ini akan membahas konsep, perhitungan, interpretasi, serta bagaimana rasio ini bisa membantu Anda menemukan saham manufaktur yang murah atau justru overvalued. 1. Apa Itu Rasio EV per Kapasitas Produksi? Rasio EV per Kapasitas Produksi adalah perbandingan antara Enterprise Value (EV) perusahaan dengan total kapasitas produksi yang dimilikinya dalam satu periode. Rumus: EV/Kapasitas Produksi = Enterprise Value ÷...

Artikel menarik lainnya:

  1. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  2. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  3. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  6. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  7. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  8. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  9. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  10. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

TradingView Chart - BRMS