Update: Senin, 5 Oktober 2026

HDIT

PT. Hensel Davest Indonesia Tbk.

Rp 37
+5.71%
Volume
54.451 lot
MA 5
37
MA 20
46
RSI
15.79
High
38
Low
35
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.48%
Support (10d)
34
Resistance (10d)
50
Volume Trend (10d)
+1,376.2%
Score
75
Win Rate (30d)
6.67 %
P/L (30d)
-26.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (15.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.940 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDIT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp34, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp50.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 37 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 43 - 46 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 35 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi

Dalam dunia analisis saham, sebagian besar investor sudah familiar dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Namun, ada varian yang lebih jarang dibahas tetapi sangat berguna untuk sektor-sektor tertentu: EBITDAR (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent/Restructuring Costs). EBITDAR menghilangkan beban sewa (rent) dari perhitungan laba, memberikan pandangan yang lebih bersih tentang kinerja operasional perusahaan—terutama bagi mereka yang memiliki biaya sewa yang signifikan. Artikel ini akan membahas apa itu EBITDAR, mengapa penting, kapan menggunakannya, serta perbedaannya dengan EBITDA dan metrik lainnya. 1. Apa Itu EBITDAR? EBITDAR adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent (atau kadang Restructuring Costs, tergantung konteks). Dalam artikel ini, kita akan fokus pada Rent (biaya sewa), karena itu penggunaan yang paling umum. Rumus EBITDAR (dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  2. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  3. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  4. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  5. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  6. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  7. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  8. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  9. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - HDIT