Update: Jumat, 22 Mei 2026

HDIT

PT. Hensel Davest Indonesia Tbk.

Rp 52
+1.96%
Volume
190.948 lot
MA 5
54
MA 20
61
RSI
20.83
High
55
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.86%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
65
Volume Trend (10d)
-69.8%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-8.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 54 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HDIT saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp65.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 53 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 57 - 60 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 48 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara

Di antara berbagai metrik dalam valuasi saham tambang batubara, ada satu rasio yang paling mendasar namun paling sering diabaikan oleh investor ritel: Strip Ratio. Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat sederhana dan krusial. Strip ratio menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan perusahaan hanya untuk mengakses batubara, sebelum satu ton pun berhasil dijual. Jika Anda ingin memahami mengapa dua perusahaan batubara dengan produksi sama bisa memiliki profitabilitas yang sangat berbeda, jawabannya hampir selalu dimulai dari strip ratio. Apa Itu Strip Ratio? Strip ratio (atau stripping ratio) adalah perbandingan antara volume material penutup (overburden) yang harus dikupas dengan volume batubara yang berhasil diambil dalam suatu tambang terbuka (open-pit mining). Strip Ratio=Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)Volume Batubara (Ton)Strip Ratio=Volume Batubara (Ton)Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)​ Atau sering juga dinyatakan dalam satuan BCM per ton batubara. Contoh sederhana: Jika strip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  2. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  3. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  4. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  5. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  6. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  7. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  8. Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?
  9. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  10. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil

TradingView Chart - HDIT