Update: Jumat, 22 Mei 2026

HILL

PT. Hillcon Tbk.

Rp 14
-6.67%
Volume
392.152 lot
MA 5
16
MA 20
19
RSI
N/A
High
14
Low
14

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.43%
Support (10d)
14
Resistance (10d)
20
Volume Trend (10d)
-4.7%
Score
35
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-39.13 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (0.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.107 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HILL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 0.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp14, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 13 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?

Return on Equity (ROE) adalah salah satu rasio paling populer di dunia investasi. Rumusnya sederhana: laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemilik. Namun, investor pemula sering membuat kesalahan fatal: membandingkan ROE antar sektor secara mentah. Mereka melihat bank dengan ROE 15% dan pabrik semen dengan ROE 15%, lalu menyimpulkan keduanya sama baiknya. Kesimpulan itu keliru. Artikel ini akan membedah secara mendalam perbedaan interpretasi ROE antara sektor keuangan (bank dan asuransi) dengan sektor manufaktur, serta bagaimana Anda sebagai investor harus menyikapinya. Mengapa ROE Tidak Bisa Dibandingkan Langsung Antar Sektor? Akar perbedaannya terletak pada struktur aset dan sumber pendanaan. Perusahaan manufaktur memiliki pabrik, mesin, dan inventaris. Perusahaan keuangan memiliki pinjaman yang diberikan (bank) atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  2. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  3. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  4. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  5. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  6. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  7. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  8. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?

TradingView Chart - HILL