Update: Jumat, 11 September 2026

STTP

PT. Siantar Top Tbk.

Rp 9.450
+0.53%
Volume
10 lot
MA 5
9.445
MA 20
9.449
RSI
52.38
High
9.575
Low
9.300
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.75%
Support (10d)
9.300
Resistance (10d)
9.625
Volume Trend (10d)
-48.7%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham STTP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp9.300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp9.625.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 9.639 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 10.395 - 10.868 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 8.789 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?

Setiap investor saham percaya bahwa mereka siap menghadapi pasar yang turun. Namun kenyataannya, ketika crash benar-benar terjadi—IHSG jatuh 10% dalam sehari, atau 30% dalam sebulan—banyak yang panik dan menjual di titik terendah. Mengapa? Karena mereka tidak pernah secara sungguh-sungguh menguji bagaimana portofolio mereka akan berperilaku dalam skenario terburuk. Stress testing adalah proses simulasi untuk menjawab pertanyaan kritis: "Apa yang terjadi pada portofolio saya jika terjadi krisis seperti tahun 2008, 2013, atau 2020?" Artikel ini akan memandu Anda melakukan stress test sederhana namun efektif untuk portofolio saham Anda. Apa Itu Stress Testing Portofolio? Stress testing adalah teknik manajemen risiko yang mensimulasikan kinerja portofolio Anda di bawah kondisi pasar yang ekstrem namun masuk akal (plausible). Bedanya dengan sekadar menghitung Value at Risk (VaR) yang berbasis statistik normal:...

Artikel menarik lainnya:

  1. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  2. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  3. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  4. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  5. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  6. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  7. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  10. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

TradingView Chart - STTP