Update: Selasa, 6 Oktober 2026

HOTL

PT. Saraswati Griya Lestari Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

Dalam dunia investasi saham perbankan, keuntungan besar sering kali datang dari penyaluran kredit yang masif. Namun, di balik setiap rupiah kredit yang disalurkan, ada risiko bahwa debitur tidak mampu membayar kembali. Risiko inilah yang ditangkap oleh rasio NPL (Non Performing Loan) atau yang akrab disebut kredit macet. Banyak investor pemula terlalu fokus pada laba bersih atau pertumbuhan kredit, tanpa menyadari bahwa kredit macet yang membengkak bisa menghapus seluruh keuntungan dalam hitungan kuartal. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu NPL, bagaimana dampaknya terhadap harga saham, serta strategi cerdas membaca rasio ini sebelum memutuskan investasi. Apa Itu NPL? Non Performing Loan (NPL) adalah rasio yang mengukur proporsi kredit bermasalah terhadap total kredit yang disalurkan bank. Suatu kredit dikategorikan sebagai NPL jika debitur telah gagal membayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  2. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  3. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  4. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  5. Apa Itu Lot Saham dan Minimum Trading Saham? Panduan Dasar untuk Investor Pemula
  6. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  7. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  8. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  9. Rasio Leverage yang Aman untuk Margin Trading: Panduan untuk Investor Saham
  10. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik

TradingView Chart - HOTL