Update: Jumat, 10 Juli 2026

IATA

PT. MNC Energy Investments Tbk.

Rp 62
0.00%
Volume
886.842 lot
MA 5
63
MA 20
65
RSI
27.78
High
65
Low
60
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.47%
Support (10d)
60
Resistance (10d)
68
Volume Trend (10d)
-41.5%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.119 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IATA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.47%. Area support terdekat berada di sekitar Rp60, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp68.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 63 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 68 - 71 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 58 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang

Dalam dunia investasi saham tambang — terutama tambang emas, perak, dan logam mulia lainnya — Anda akan sering mendengar istilah cash cost. Banyak perusahaan dengan bangga melaporkan cash cost yang rendah, seolah itu adalah satu-satunya ukuran efisiensi. Namun investor berpengalaman tahu bahwa cash cost bisa menipu. Di sinilah All-in Sustaining Cost (AISC) hadir sebagai metrik yang lebih jujur dan komprehensif. AISC adalah standar emas (bukan permainan kata) dalam menilai profitabilitas sesungguhnya sebuah perusahaan tambang. Jika Anda hanya melihat satu metrik biaya sebelum membeli saham tambang, seharusnya itu adalah AISC. Apa Itu All-in Sustaining Cost? AISC adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk mempertahankan produksi pada level saat ini dan mempertahankan cadangan yang ada, dihitung per unit logam yang berhasil dijual (biasanya per ons emas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  2. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  3. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  4. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  5. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  6. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  7. Diversifikasi Sejati: Mengapa Memisah Antar Sektor dan Aset Adalah Kunci Sukses Investasi Saham
  8. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  9. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  10. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?

TradingView Chart - IATA