Update: Jumat, 23 Oktober 2026

IATA

PT. Karya Pacific Energy Tbk.

Rp 94
+3.30%
Volume
2.779.638 lot
MA 5
89
MA 20
96
RSI
50.00
High
96
Low
90
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.87%
Support (10d)
73
Resistance (10d)
110
Volume Trend (10d)
-37.8%
Score
70
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-23.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 34.994 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IATA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp73, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp110.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 96 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 103 - 108 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 87 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan

Dalam dunia investasi saham, salah satu risiko terbesar yang dihadapi investor adalah kebangkrutan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan bangkrut, sahamnya berpotensi menjadi tidak bernilai, apalagi jika struktur modalnya sudah rapuh sejak lama. Pertanyaannya: Bisakah kita memprediksi kebangkrutan sebelum terjadi? Jawabannya ada pada Altman Z-Score, sebuah rumus statistik yang terbukti akurat selama puluhan tahun. Apa Itu Altman Z-Score? Altman Z-Score dikembangkan oleh Profesor Edward I. Altman dari New York University pada tahun 1968. Model ini menggunakan kombinasi dari lima rasio keuangan untuk menghitung skor tunggal yang dapat memprediksi kemungkinan sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan dalam dua tahun ke depan. Awalnya dirancang untuk perusahaan manufaktur, model ini kemudian dikembangkan menjadi versi lain untuk perusahaan non-manufaktur dan perusahaan di pasar emerging. Rumus Altman Z-Score (Versi Original untuk Manufaktur) Rumus Altman...

Artikel menarik lainnya:

  1. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  2. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  3. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  4. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  5. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  6. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  7. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  8. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  9. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  10. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

TradingView Chart - IATA