Update: Jumat, 5 Juni 2026

IATA

PT. MNC Energy Investments Tbk.

Rp 57
-8.06%
Volume
500.938 lot
MA 5
64
MA 20
72
RSI
27.50
High
64
Low
57
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.39%
Support (10d)
57
Resistance (10d)
75
Volume Trend (10d)
-0.5%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-32.94 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -50.668 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IATA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp57, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp75.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 54 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda

Setelah mempelajari rasio likuiditas dan utang, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur seberapa menguntungkan sebuah perusahaan, yaitu GPM (Gross Profit Margin) dan NPM (Net Profit Margin). Sekilas keduanya mirip karena sama-sama tentang margin laba. Tapi sebenarnya keduanya mengukur hal yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu Gross Profit Margin (GPM)? Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba kotor yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan, setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Sederhananya, GPM menjawab pertanyaan: “Setelah perusahaan membayar biaya produksi barang atau jasa, berapa persen uang yang tersisa?” Laba Kotor = Penjualan - Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya pabrik). Rumus...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  3. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  4. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  5. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  6. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  7. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  8. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  9. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  10. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support

TradingView Chart - IATA