Update: Jumat, 22 Mei 2026

PGLI

PT. Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.

Rp 177
-14.90%
Volume
38.716 lot
MA 5
205
MA 20
224
RSI
20.56
High
220
Low
177

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.65%
Support (10d)
177
Resistance (10d)
256
Volume Trend (10d)
-65.8%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-17.29 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGLI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp177, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp256.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 256 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 282, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 177 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya

Dalam dunia investasi saham, utang adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, utang bisa mempercepat ekspansi dan meningkatkan return bagi pemegang saham (efek leverage). Di sisi lain, utang yang berlebihan bisa menjadi batu sandungan yang mengahancurkan perusahaan saat ekonomi memburuk. Pertanyaan kritis bagi investor adalah: Seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan laba? Jawabannya terletak pada rasio Net Debt to EBITDA. Rasio ini adalah salah satu metrik paling populer di kalangan analis kredit, manajer investasi, dan investor value untuk menilai beban utang sebuah perusahaan secara lebih realistis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio Net Debt to EBITDA, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya dalam analisis saham. Apa Itu Net Debt to EBITDA? Net Debt to EBITDA adalah rasio yang mengukur berapa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  2. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  3. Goodwill & Intangible Asset: Aset Tak Terlihat yang Bisa Menjebak Investor
  4. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  5. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  6. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  7. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  8. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  9. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  10. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan

TradingView Chart - PGLI