Update: Senin, 5 Oktober 2026

IMAS

PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Rp 825
-1.79%
Volume
659 lot
MA 5
844
MA 20
874
RSI
26.67
High
855
Low
825
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.64%
Support (10d)
825
Resistance (10d)
900
Volume Trend (10d)
-48.0%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IMAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.64%. Area support terdekat berada di sekitar Rp825, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp900.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 900 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 990, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 825 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

Seorang investor di Indonesia memiliki portofolio yang terdiri dari 100% saham-saham Indonesia. Ia bangga, "Saya mendukung perusahaan lokal. Saya tahu pasar Indonesia." Di waktu yang sama, seorang investor di Malaysia juga memiliki portofolio 100% saham Malaysia. Investor di Thailand 100% saham Thailand. Investor di Jepang 100% saham Jepang. Mereka semua merasa melakukan hal yang benar. Namun pertanyaannya: apakah rasional membatasi diri hanya pada satu negara, hanya karena Anda tinggal di negara itu? Jawabannya: tidak. Inilah yang disebut home bias—kecenderungan investor untuk mengalokasikan sebagian besar portofolionya ke saham domestik (dalam negeri), meskipun diversifikasi global secara objektif bisa memberikan return yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah. Apa Itu Home Bias? Home bias (atau domestic bias) adalah preferensi investor untuk berinvestasi di negara asalnya secara tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  2. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  3. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  4. Memahami Pola Doji: Sinyal Netral yang Bisa Menjadi Pembalik Tren
  5. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  6. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  7. Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan
  8. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  9. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  10. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan

TradingView Chart - IMAS