Update: Senin, 5 Oktober 2026

TPIA

PT. Chandra Asri Pacific Tbk.

Rp 1.725
+1.47%
Volume
641.004 lot
MA 5
1.722
MA 20
1.820
RSI
36.90
High
1.745
Low
1.695
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.65%
Support (10d)
1.680
Resistance (10d)
1.905
Volume Trend (10d)
-28.9%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-13.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11.348 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TPIA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.680, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.905.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.905 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 2.096, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.680 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

Seorang investor memiliki portofolio yang sudah dibangun lima tahun lalu. Awalnya, komposisinya seimbang: 40% saham pertumbuhan, 30% saham dividen, 20% obligasi, 10% cash. Lima tahun kemudian, beberapa saham pertumbuhan naik luar biasa. Kini komposisinya berubah drastis: 70% saham pertumbuhan, 15% saham dividen, 10% obligasi, 5% cash. Investor ini tahu bahwa portofolionya sudah tidak seimbang. Ia tahu bahwa terlalu banyak konsentrasi di satu sektor meningkatkan risiko. Ia tahu bahwa sudah waktunya rebalancing—menjual sebagian saham yang sudah naik terlalu tinggi dan membeli aset yang tertinggal. Tapi ia tidak melakukan apa-apa. "Ah, nanti saja," pikirnya. "Saya sudah nyaman dengan portofolio ini. Lagi pula saham-saham ini masih bagus." Ia membiarkan portofolionya terus berjalan tanpa penyesuaian. Hingga suatu hari, sektor pertumbuhan yang sedang hype itu koreksi tajam. Portofolionya jatuh lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  2. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  3. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  4. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  5. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  6. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  7. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  8. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  9. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  10. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham

TradingView Chart - TPIA