Update: Jumat, 22 Mei 2026

TPIA

PT. Chandra Asri Pacific Tbk.

Rp 2.000
-11.89%
Volume
3.050.137 lot
MA 5
2.742
MA 20
4.854
RSI
22.03
High
2.280
Low
1.960

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
7.10%
Support (10d)
1.960
Resistance (10d)
6.725
Volume Trend (10d)
+606.8%
Score
45
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-55.36 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.0) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -339.474 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TPIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 7.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.960, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp6.725.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.960, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  2. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  3. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  4. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  5. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  6. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  7. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  8. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  9. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  10. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank

TradingView Chart - TPIA