Update: Senin, 5 Oktober 2026

HAJJ

PT. Arsy Buana Travelindo Tbk.

Rp 110
+3.77%
Volume
66.489 lot
MA 5
105
MA 20
109
RSI
42.11
High
110
Low
105
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.25%
Support (10d)
98
Resistance (10d)
110
Volume Trend (10d)
-47.0%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-2.65 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 813 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HAJJ saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.25%. Area support terdekat berada di sekitar Rp98, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp110.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 112 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 121 - 127 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 102 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  2. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  3. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  4. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  5. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  6. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  7. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  8. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  9. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  10. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula

TradingView Chart - HAJJ