Update: Kamis, 20 Agustus 2026

GHON

PT. Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Rp 1.620
+0.62%
Volume
230 lot
MA 5
1.603
MA 20
1.621
RSI
40.91
High
1.625
Low
1.595
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.60%
Support (10d)
1.575
Resistance (10d)
1.655
Volume Trend (10d)
-3.7%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
3.51 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GHON saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.655.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.652 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.782 - 1.863 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.507 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

Saham perbankan adalah salah satu sektor terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Bank menjadi tulang punggung ekonomi, penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Namun, menilai saham bank tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti menilai saham manufaktur atau teknologi. Mengapa? Karena bank memiliki struktur neraca yang unik. Aset bank sebagian besar adalah kredit (piutang) dan kewajiban bank sebagian besar adalah dana pihak ketiga (simpanan nasabah). Tidak ada pabrik, mesin, atau persediaan yang berarti. Akibatnya, rasio-rasio seperti PER (Price to Earnings) bisa menyesatkan, sementara PBV (Price to Book Value) dan ROE (Return on Equity) menjadi raja dalam valuasi saham perbankan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana menggunakan PBV dan ROE untuk menilai saham bank, menentukan apakah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  2. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  3. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  4. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  5. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  6. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  7. Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham
  8. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  9. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  10. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

TradingView Chart - GHON