Update: Jumat, 22 Mei 2026

INCF

PT. Indo Komoditi Korpora Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
9.525 lot
MA 5
51
MA 20
58
RSI
25.00
High
50
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.56%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
63
Volume Trend (10d)
-73.9%
Score
30
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -495 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INCF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp63.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 48 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?

Bagi investor pemula, istilah "saham syariah" dan "saham konvensional" mungkin terdengar serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan fundamental, mulai dari kriteria pemilihan saham, mekanisme transaksi, hingga prinsip dasar yang melandasinya. Memahami perbedaan ini penting bukan hanya bagi investor muslim yang ingin berinvestasi sesuai syariat, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan karakteristik risiko yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan saham syariah dan konvensional, dari definisi, kriteria, kelebihan dan kekurangan, hingga tips memilih yang tepat untuk profil investasi Anda. Apa Itu Saham Syariah? Saham syariah adalah saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam dalam kegiatan usahanya, tata kelola, dan cara transaksinya. Saham ini tidak hanya tentang perusahaan yang menghindari produk haram, tetapi juga tentang cara perusahaan berutang, mengelola keuangan, dan berinteraksi dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  2. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  3. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  4. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  5. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  6. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  7. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  8. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  9. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  10. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh

TradingView Chart - INCF