Update: Kamis, 20 Agustus 2026

HADE

PT. Himalaya Energi Perkasa Tbk.

Rp 18
+5.88%
Volume
24.699 lot
MA 5
17
MA 20
18
RSI
44.44
High
18
Low
17
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.46%
Support (10d)
17
Resistance (10d)
20
Volume Trend (10d)
+579.9%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HADE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp17, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp20.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 17, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

Seorang investor memiliki dua saham dalam portofolionya. Saham A: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp6.000. Ia merasa senang dan tergoda untuk menjualnya, mengambil profit Rp1.000 per saham. Saham B: Ia beli di harga Rp5.000. Sekarang harganya Rp4.000. Ia merasa tidak enak, menutup layar aplikasi trading, dan berharap suatu saat harga akan kembali ke Rp5.000. Dari dua situasi di atas, mana yang akan ia jual lebih dulu? Jika jawaban Anda adalah Saham A (yang sedang profit), selamat. Anda sama seperti kebanyakan investor. Dan sayangnya, kebanyakan investor itu salah. Fenomena inilah yang dalam psikologi keuangan disebut disposisi effect: kecenderungan investor untuk menjual saham yang sedang naik (profit) terlalu cepat, dan menahan saham yang sedang turun (rugi) terlalu lama. Ini adalah salah satu bias paling merusak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  2. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  3. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  4. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  5. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  6. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  7. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  8. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  9. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  10. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

TradingView Chart - HADE