Update: Jumat, 10 Juli 2026

BEST

PT. Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk.

Rp 100
0.00%
Volume
17.764 lot
MA 5
100
MA 20
98
RSI
52.17
High
101
Low
99
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.20%
Support (10d)
92
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-51.6%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.96 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -422 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BEST saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.20%. Area support terdekat berada di sekitar Rp92, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 102 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 110 - 115 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 93 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter

Seorang investor pemula bergabung dengan sebuah grup Telegram saham. Admin grup—yang disebut-sebut sebagai "guru saham"—memberikan rekomendasi saham setiap hari. Ia mengaku memiliki "sistem rahasia" dengan akurasi 90%. Ia memamerkan screenshoot profit besar, mobil mewah, dan gaya hidup kaya raya. Investor pemula itu terpesona. Ia langsung membeli setiap saham yang direkomendasikan, tanpa membaca laporan keuangan, tanpa melihat grafik, tanpa memahami risiko. Ia merasa aman karena "guru" nya yang akan memikirkan semuanya. Suatu hari, rekomendasi saham tersebut ternyata salah besar. Harga jatuh 30% dalam seminggu. Investor itu panik. Ia bertanya ke grup. Sang "guru" hanya bilang, "Market sedang tidak bersahabat. Sabar." Investor itu kehilangan sebagian besar modalnya. Ketika ia cek ulang screenshoot profit yang dulu dipamerkan, ia mulai curiga: apakah itu asli? Apakah itu hasil trading atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  2. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  3. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten
  4. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  5. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  6. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  7. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  8. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  9. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  10. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

TradingView Chart - BEST