Update: Jumat, 5 Juni 2026

INDO

PT. Royalindo Investa Wijaya Tbk.

Rp 155
-0.64%
Volume
276.382 lot
MA 5
158
MA 20
157
RSI
35.90
High
157
Low
152
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.50%
Support (10d)
146
Resistance (10d)
163
Volume Trend (10d)
-43.6%
Score
45
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-5.49 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.473 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp146, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp163.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 146, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?

Ketika Anda meminjam uang di bank, Anda tahu persis bunganya: 10% per tahun. Ketika Anda menggunakan uang sendiri untuk berinvestasi, Anda mungkin membayangkan "biaya" berupa keuntungan yang hilang jika uang itu didepositokan. Perusahaan juga menghadapi situasi serupa, tetapi lebih kompleks. Perusahaan mendanai operasinya dari dua sumber utama: utang (pinjaman bank, obligasi) dan ekuitas (saham yang Anda beli). Masing-masing memiliki biaya. Rata-rata tertimbang dari kedua biaya inilah yang disebut Weighted Average Cost of Capital (WACC). Bagi investor saham, memahami WACC adalah kunci untuk menilai apakah sebuah perusahaan menciptakan atau menghancurkan nilai. Artikel ini akan membedah apa itu WACC, bagaimana cara menghitungnya secara praktis, serta bagaimana menggunakannya untuk keputusan beli atau jual saham. Apa Itu WACC? WACC adalah tingkat pengembalian minimum yang harus dihasilkan perusahaan dari seluruh...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  3. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  4. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  5. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  6. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  7. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  8. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  9. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  10. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik

TradingView Chart - INDO