Update: Kamis, 20 Agustus 2026

NEST

PT. Esta Indonesia Tbk.

Rp 690
0.00%
Volume
18.413 lot
MA 5
687
MA 20
687
RSI
48.84
High
695
Low
685
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.41%
Support (10d)
670
Resistance (10d)
735
Volume Trend (10d)
-68.7%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
11.29 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (48.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.525 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NEST saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp670, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp735.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 704 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 759 - 794 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 642 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  2. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  3. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  4. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  5. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  6. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  7. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  8. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  9. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  10. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

TradingView Chart - NEST