Update: Kamis, 15 Oktober 2026

INDR

PT. Indo-Rama Synthetics Tbk.

Rp 2.770
-0.36%
Volume
24 lot
MA 5
2.806
MA 20
2.887
RSI
37.31
High
2.770
Low
2.700
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.15%
Support (10d)
2.660
Resistance (10d)
2.920
Volume Trend (10d)
-0.2%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
3.75 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.660, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.920.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.527 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang

Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar pepatah: "Beli saat murah, jual saat mahal." Namun untuk saham siklikal – seperti otomotif, tambang, properti, dan komoditas – menerapkan pepatah ini secara terbalik justru bisa lebih menguntungkan. Mengapa? Karena laba perusahaan siklikal sangat fluktuatif mengikuti siklus ekonomi. Di puncak siklus (boom), laba melonjak tinggi sehingga PER terlihat sangat murah (4x-6x). Di lembah siklus (bust), laba anjlok atau bahkan rugi sehingga PER terlihat sangat mahal (20x-30x+ atau tidak terdefinisi). Investor pemula sering terjebak: membeli saat PER murah (di puncak siklus) lalu merugi saat siklus berbalik. Investor cerdas melakukan sebaliknya: membeli saat PER mahal (di lembah siklus) ketika prospek masih suram, dan menjual saat PER murah (di puncak siklus) ketika euforia pasar mencapai puncaknya. Artikel ini akan membahas secara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  2. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  3. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  4. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  5. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  6. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  7. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  8. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  9. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  10. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?

TradingView Chart - INDR