Update: Jumat, 10 Juli 2026

INDR

PT. Indo-Rama Synthetics Tbk.

Rp 2.070
-0.48%
Volume
369 lot
MA 5
2.066
MA 20
2.005
RSI
57.41
High
2.080
Low
2.010
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.76%
Support (10d)
1.905
Resistance (10d)
2.230
Volume Trend (10d)
-52.5%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.905, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.070 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.381 - 2.588 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.967 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?

Setiap investor saham percaya bahwa mereka siap menghadapi pasar yang turun. Namun kenyataannya, ketika crash benar-benar terjadi—IHSG jatuh 10% dalam sehari, atau 30% dalam sebulan—banyak yang panik dan menjual di titik terendah. Mengapa? Karena mereka tidak pernah secara sungguh-sungguh menguji bagaimana portofolio mereka akan berperilaku dalam skenario terburuk. Stress testing adalah proses simulasi untuk menjawab pertanyaan kritis: "Apa yang terjadi pada portofolio saya jika terjadi krisis seperti tahun 2008, 2013, atau 2020?" Artikel ini akan memandu Anda melakukan stress test sederhana namun efektif untuk portofolio saham Anda. Apa Itu Stress Testing Portofolio? Stress testing adalah teknik manajemen risiko yang mensimulasikan kinerja portofolio Anda di bawah kondisi pasar yang ekstrem namun masuk akal (plausible). Bedanya dengan sekadar menghitung Value at Risk (VaR) yang berbasis statistik normal:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  2. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  3. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  4. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  5. PER untuk Saham Siklikal: Mengapa Murah Bisa Menjebak dan Mahal Bisa Jadi Peluang
  6. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  7. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  8. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  9. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  10. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross

TradingView Chart - INDR