Update: Kamis, 20 Agustus 2026

CCSI

PT. Communication Cable Systems Indonesia Tbk.

Rp 250
-3.85%
Volume
5.270 lot
MA 5
259
MA 20
252
RSI
51.61
High
268
Low
248
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.06%
Support (10d)
244
Resistance (10d)
300
Volume Trend (10d)
+597.8%
Score
65
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -110 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CCSI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp244, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 255 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 275 - 288 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 233 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

Dalam dunia investasi saham perbankan, keuntungan besar sering kali datang dari penyaluran kredit yang masif. Namun, di balik setiap rupiah kredit yang disalurkan, ada risiko bahwa debitur tidak mampu membayar kembali. Risiko inilah yang ditangkap oleh rasio NPL (Non Performing Loan) atau yang akrab disebut kredit macet. Banyak investor pemula terlalu fokus pada laba bersih atau pertumbuhan kredit, tanpa menyadari bahwa kredit macet yang membengkak bisa menghapus seluruh keuntungan dalam hitungan kuartal. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu NPL, bagaimana dampaknya terhadap harga saham, serta strategi cerdas membaca rasio ini sebelum memutuskan investasi. Apa Itu NPL? Non Performing Loan (NPL) adalah rasio yang mengukur proporsi kredit bermasalah terhadap total kredit yang disalurkan bank. Suatu kredit dikategorikan sebagai NPL jika debitur telah gagal membayar...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  2. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  3. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  4. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  5. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  6. Rasio Dividend Coverage: Seberapa Aman Dividen Perusahaan Anda?
  7. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  8. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. Volume Profile – Membaca Peta Volume di Setiap Level Harga

TradingView Chart - CCSI