Update: Jumat, 22 Mei 2026

DOID

PT. BUMA Internasional Grup Tbk.

Rp 210
+5.00%
Volume
24.451 lot
MA 5
214
MA 20
238
RSI
21.05
High
212
Low
195

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.13%
Support (10d)
195
Resistance (10d)
248
Volume Trend (10d)
-1.7%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-19.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20.876 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DOID saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp195, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp248.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 248 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 273, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 195 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia saham dan investasi, ada satu kebenaran yang sering dilupakan saat pasar sedang rally atau crash: tanpa disiplin, portofolio Anda akan kehilangan keseimbangan. Seiring waktu, saham yang naik gemilang bisa mendominasi porsi investasi Anda, sementara aset pelindung seperti obligasi atau emas menjadi kerdil. Akibatnya, profil risiko portofolio Anda bergeser jauh dari rencana awal. Di sinilah rebalancing berperan. Rebalancing adalah tindakan menjual sebagai aset yang porsinya terlalu besar dan membeli aset yang porsinya terlalu kecil, untuk mengembalikan portofolio ke target alokasi semula. Pertanyaan klasiknya: Seberapa sering? Bulanan atau tahunan? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan rebalancing bulanan versus tahunan, dilengkapi data historis, psikologi investor, serta rekomendasi praktis untuk investor saham di Indonesia. Mengapa Rebalancing Itu Penting? Sebelum membandingkan frekuensi, pahami dulu manfaat rebalancing: Mengendalikan risiko...

Artikel menarik lainnya:

  1. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  2. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  3. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  4. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  5. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  6. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  7. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  8. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  9. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  10. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika

TradingView Chart - DOID