Update: Kamis, 8 Oktober 2026

DOID

PT. BUMA Internasional Grup Tbk.

Rp 212
-0.93%
Volume
31.346 lot
MA 5
214
MA 20
225
RSI
40.00
High
218
Low
206
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.90%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
252
Volume Trend (10d)
+103.2%
Score
15
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-7.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.452 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DOID saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp252.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 190 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika

Dalam dunia investasi saham, tidak semua keputusan berasal dari analisis fundamental atau teknikal yang matang. Sering kali, emosi lah yang menjadi panglima. Salah satu emosi paling berbahaya dan umum dialami oleh trader maupun investor ritel adalah Fear of Missing Out, atau yang lebih dikenal dengan singkatan FOMO. Apa Itu FOMO dalam Saham? FOMO adalah perasaan cemas atau takut ketinggalan momen keuntungan besar yang sedang dinikmati oleh investor lain. Dalam konteks pasar modal, FOMO biasanya muncul ketika harga suatu saham sedang naik cepat (rally) atau ketika ada "saham gorengan" yang sedang ramai diperbincangkan di forum, grup media sosial, atau saluran komunikasi lainnya. Gejala FOMO antara lain: Melihat harga saham naik 20-30% dalam sehari, lalu merasa "rugi" karena tidak ikut membeli dari awal. Membeli saham hanya karena...

Artikel menarik lainnya:

  1. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  2. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  3. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  4. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  5. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  6. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  7. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  8. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  9. FCFF (Free Cash Flow to Firm): Mengukur Nilai Seluruh Perusahaan, Bukan Hanya Ekuitas
  10. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

TradingView Chart - DOID