Update: Jumat, 10 Juli 2026

TIFA

PT. KDB Tifa Finance Tbk.

Rp 228
+3.64%
Volume
743 lot
MA 5
226
MA 20
248
RSI
30.00
High
232
Low
222
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.12%
Support (10d)
200
Resistance (10d)
284
Volume Trend (10d)
+0.5%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-29.19 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (30.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 36 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TIFA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp200, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp284.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 233 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 251 - 262 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 212 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar

Di dunia trading, tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan realitas yang sebenarnya. Di bawah buku pesanan (order book) yang tampak biasa, seringkali tersembunyi niat besar para pemain institusional. Mereka tidak ingin ketahuan. Mereka menyembunyikan pesanan besar mereka di balik "gunung es" – hanya ujung kecil yang terlihat, sementara massa utamanya tersembunyi di bawah permukaan. Dalam analisis teknikal, fenomena ini meninggalkan jejak yang disebut Iceberg Pattern. Meskipun pola ini lebih dikenal dalam analisis order flow (DOM) dan tape reading, jejaknya dapat dikenali di chart harga standar jika Anda tahu apa yang harus dicari. Apa Itu Iceberg Pattern? Iceberg Pattern adalah pola harga dan volume yang mengindikasikan adanya pesanan besar yang tersembunyi (hidden order) dari pemain institusional. Nama "iceberg" diambil dari fenomena gunung es: hanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  2. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  3. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  4. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  5. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  6. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  7. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  8. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  9. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  10. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish

TradingView Chart - TIFA