Update: Jumat, 5 Juni 2026

JSKY

PT. Sky Energy Indonesia Tbk.

Rp 52
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
52
MA 20
52
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya

Dalam investasi saham sektor perbankan, banyak investor terlalu terpaku pada laba bersih atau harga buku (PBV) tanpa memahami seberapa efisien bank tersebut beroperasi. Padahal, efisiensi adalah jantung dari profitabilitas jangka panjang. Di sinilah Rasio BOPO memegang peranan yang sangat penting. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang rasio BOPO, mengapa ia menjadi indikator kunci bagi investor saham bank, serta bagaimana cara menafsirkannya dengan tepat. Apa Itu Rasio BOPO? BOPO adalah singkatan dari Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional. Rasio ini mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan bank untuk menghasilkan setiap rupiah pendapatan operasional. Rumus dasarnya sangat sederhana: BOPO = (Total Biaya Operasional / Total Pendapatan Operasional) x 100% Komponen utama: Biaya operasional: mencakup biaya tenaga kerja (gaji karyawan, tunjangan, bonus), biaya umum (sewa, listrik, IT, pemasaran),...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  2. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  3. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  4. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  5. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  6. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi
  7. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  8. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  9. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  10. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

TradingView Chart - JSKY