Update: Jumat, 22 Mei 2026

JSKY

PT. Sky Energy Indonesia Tbk.

Rp 52
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
52
MA 20
52
RSI
100.00
High
-
Low
-

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor

Dari semua metode valuasi saham, Discounted Cash Flow (DCF) mungkin yang paling teoritis, paling rumit, tapi juga paling dihormati oleh para value investor kelas dunia. Warren Buffett sendiri sering menyebut bahwa nilai intrinsik sebuah perusahaan adalah diskonto dari seluruh arus kas masa depan yang bisa dihasilkan. Namun, DCF juga sering dianggap "terlalu rumit" untuk pemula. Padahal, konsep dasarnya sangat sederhana. Mari kita pahami step by step. Apa Itu Discounted Cash Flow (DCF)? Discounted Cash Flow (DCF) adalah metode untuk menghitung nilai intrinsik (nilai wajar) sebuah perusahaan berdasarkan proyeksi arus kas yang akan dihasilkan di masa depan, yang kemudian didiskontokan ke nilai saat ini. Sederhananya, DCF menjawab pertanyaan: "Berapa nilai perusahaan hari ini, jika kita memperhitungkan seluruh uang yang akan dihasilkannya di masa depan?" Konsep Dasar:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  2. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  3. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  4. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  5. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  6. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  7. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  8. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  9. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  10. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga

TradingView Chart - JSKY