Update: Kamis, 20 Agustus 2026

DEPO

PT. Caturkarda Depo Bangunan Tbk.

Rp 256
+2.40%
Volume
5.891 lot
MA 5
248
MA 20
243
RSI
61.54
High
256
Low
246
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.49%
Support (10d)
238
Resistance (10d)
276
Volume Trend (10d)
-22.1%
Score
75
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
1.59 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.259 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DEPO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp238, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp276.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 256 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 294 - 320 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 243 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

Saat memutuskan untuk terjun ke pasar modal, setiap investor akan menghadapi pertanyaan mendasar: Apakah lebih baik membeli saham perusahaan secara langsung (saham individual) atau membeli kumpulan saham dalam satu produk ETF (Exchange Traded Fund)? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, ketika kita membedahnya secara khusus dari sisi biaya dan risiko, perbedaannya cukup mencolok. Artikel ini akan membantu Anda memilih pendekatan yang paling sesuai dengan profil dan tujuan investasi Anda. Definisi Singkat Saham Individual: Membeli kepemilikan langsung di satu perusahaan tertentu, misalnya saham BBCA (Bank Central Asia) atau TLKM (Telkom Indonesia). ETF: Membeli satu unit yang mewakili keranjang berisi puluhan hingga ribuan saham sekaligus, misalnya ETF yang melacak indeks LQ45 atau S&P 500. Perbandingan dari Sisi Biaya Biaya Transaksi Jenis Biaya Saham Individual ETF Biaya beli/jual...

Artikel menarik lainnya:

  1. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  2. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  3. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  4. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  5. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  6. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  7. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  8. Nilai yang Sesungguhnya: Menguak Arti Tangible Book Value per Share dalam Analisis Saham
  9. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  10. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil

TradingView Chart - DEPO