Update: Kamis, 20 Agustus 2026

INTD

PT. Inter Delta Tbk

Rp 308
+8.45%
Volume
2.101 lot
MA 5
288
MA 20
264
RSI
76.92
High
312
Low
280
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.22%
Support (10d)
250
Resistance (10d)
342
Volume Trend (10d)
+106.4%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
32.76 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (76.9) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTD saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 76.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp342.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 342 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 376, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 250 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

Di dunia investasi saham, istilah margin trading sering kali terdengar menggiurkan. Banyak cerita sukses tentang trader yang meraup keuntungan besar dalam waktu singkat berkat fasilitas ini. Namun, di sisi lain, margin trading juga menjadi pemicu kerugian fantastis yang membuat investor kehilangan seluruh modalnya, bahkan berutang. Apa sebenarnya margin trading? Mengapa disebut sebagai pisau bermata dua? Artikel ini akan mengupas tuntas definisi, mekanisme, serta berbagai kelebihan dan bahaya yang menyertainya. Apa Itu Margin Trading? Margin trading adalah kegiatan membeli saham dengan menggunakan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas (broker). Dalam skema ini, Anda hanya perlu menyediakan sejumlah dana sendiri (disebut margin awal), sedangkan sisanya dipinjamkan oleh broker. Ilustrasi sederhana: Anda ingin membeli saham senilai Rp100 juta. Dengan margin trading, Anda cukup menyetor, misalnya, 50% atau Rp50 juta...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?
  2. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  3. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  4. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  5. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  6. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  7. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  8. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek
  9. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  10. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi

TradingView Chart - INTD