Update: Kamis, 11 Juni 2026

INTD

PT. Inter Delta Tbk

Rp 224
+1.82%
Volume
1.285 lot
MA 5
227
MA 20
244
RSI
48.39
High
270
Low
222
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.56%
Support (10d)
212
Resistance (10d)
288
Volume Trend (10d)
-87.4%
Score
20
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-15.15 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTD saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp212, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp288.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 201 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok

Dalam dunia saham, terutama untuk perusahaan berbasis langganan (subscription) seperti SaaS, streaming musik, e-commerce membership, hingga platform digital lainnya, ada satu metrik yang sering menjadi pembeda antara saham yang terus naik dan saham yang perlahan mati: Churn Rate. Banyak investor fokus pada pertumbuhan jumlah pelanggan baru, tetapi lupa bahwa pertumbuhan yang cepat tidak ada artinya jika pelanggan lama pergi dengan kecepatan yang sama atau lebih cepat. Sebuah ember yang bocor di bagian bawah tidak akan pernah penuh, tidak peduli seberapa deras air dituangkan dari atas. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu churn rate, mengapa ia menjadi indikator kesehatan bisnis yang krusial, bagaimana membaca trennya, serta strategi menggunakannya untuk memilih saham berkualitas di sektor digital. Apa Itu Churn Rate? Churn Rate (atau tingkat kehilangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  2. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  3. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  4. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  5. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  6. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  7. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  8. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  9. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  10. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna

TradingView Chart - INTD