Update: Rabu, 9 September 2026

INTD

PT. Inter Delta Tbk

Rp 272
+3.82%
Volume
8.240 lot
MA 5
263
MA 20
280
RSI
45.00
High
280
Low
260
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.66%
Support (10d)
250
Resistance (10d)
304
Volume Trend (10d)
+176.3%
Score
55
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
8.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTD saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp250, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp304.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 304 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 334, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 250 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?

Sebagai investor, Anda selalu dihadapkan pada pilihan alokasi aset: masukkan uang ke saham yang volatil atau ke obligasi pemerintah yang aman? Keputusan ini tidak bisa hanya berdasarkan "feeling". Ada pendekatan kuantitatif yang dapat membantu Anda membandingkan daya tarik relatif antara kedua kelas aset ini. Valuasi relatif terhadap obligasi pemerintah adalah kerangka analisis yang membandingkan imbal hasil saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Ketika selisihnya melebar, saham menjadi lebih menarik. Ketika menyempit, obligasi lebih menarik. Artikel ini akan membedakan bagaimana melakukan analisis valuasi relatif ini, indikator apa saja yang digunakan, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam keputusan alokasi portofolio Anda. Konsep Dasar: Membandingkan Apel dengan Apel Saham dan obligasi adalah instrumen yang sangat berbeda. Namun keduanya dapat dibandingkan melalui imbal hasil (yield) yang mereka tawarkan:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  2. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  3. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  4. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  5. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  6. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  7. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  8. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  9. Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar
  10. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula

TradingView Chart - INTD