Update: Jumat, 22 Mei 2026

TAYS

PT. Jaya Swarasa Agung Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
101.848 lot
MA 5
54
MA 20
61
RSI
5.56
High
51
Low
50

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.16%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
67
Volume Trend (10d)
-74.0%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-13.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (5.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.081 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TAYS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 5.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp67.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 67 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 74, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 50 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengapa strategi Martingale, yaitu menggandakan posisi setelah kerugian, adalah bunuh diri finansial di pasar saham. Kini saatnya membahas kebalikannya: strategi Anti-Martingale. Jika Martingale adalah "menambah saat kalah", maka Anti-Martingale adalah menambah saat menang dan mengecil saat kalah. Strategi ini selaras dengan filosofi dasar trading yang paling terkenal: biarkan keuntungan Anda berjalan, dan potong kerugian Anda sejak dini. Anti-Martingale tidak terdengar "pasti berhasil" seperti klaim Martingale. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan selalu untung. Namun justru karena kejujurannya itulah strategi ini bertahan dalam ujian waktu dan digunakan secara luas oleh trader profesional di seluruh dunia. Filosofi Dasar: Mengejar Keuntungan Bukan Menguber Kerugian Perbedaan mendasar antara Martingale dan Anti-Martingale terletak pada apa yang Anda kejar. Martingale mengejar pemulihan kerugian. Ia lahir...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  2. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  3. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  4. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  5. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  6. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  7. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  8. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  9. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  10. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda

TradingView Chart - TAYS