Update: Jumat, 17 Juli 2026

TAYS

PT. Jaya Swarasa Agung Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
0/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
-100.0%
Score
0
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga

Di antara puluhan alat analisis teknikal, ada satu yang bentuknya paling unik dan mudah dikenali: Andrews' Pitchfork. Alat ini menyerupai garpu tala raksasa dengan tiga garis paralel yang membentang ke masa depan, seolah-olah "menangkap" pergerakan harga di antara gigi-giginya. Dikembangkan oleh Alan H. Andrews, seorang insinyur dan trader asal Massachusetts, Pitchfork didasarkan pada ide yang brilian namun sederhana: harga cenderung bergerak dalam saluran paralel setelah membentuk tiga titik pivot yang signifikan. Andrews percaya bahwa pasar bergerak dalam gelombang yang terukur, dan Pitchfork adalah alat untuk mengukur gelombang tersebut. Apa Itu Andrews' Pitchfork? Andrews' Pitchfork adalah alat analisis teknikal yang menggambar tiga garis paralel berdasarkan tiga titik pivot signifikan: satu titik tengah (median line) dan dua garis luar (upper dan lower parallel) yang simetris di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  2. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  3. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  4. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  5. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  6. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  7. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  10. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break

TradingView Chart - TAYS