Update: Kamis, 15 Oktober 2026

SMRA

PT. Summarecon Agung Tbk.

Rp 264
0.00%
Volume
583.958 lot
MA 5
253
MA 20
251
RSI
58.62
High
268
Low
258
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.05%
Support (10d)
232
Resistance (10d)
272
Volume Trend (10d)
-35.7%
Score
75
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-20.48 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -95.283 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp232, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp272.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 264 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 304 - 330 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 251 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

Seorang investor di Indonesia memiliki portofolio yang terdiri dari 100% saham-saham Indonesia. Ia bangga, "Saya mendukung perusahaan lokal. Saya tahu pasar Indonesia." Di waktu yang sama, seorang investor di Malaysia juga memiliki portofolio 100% saham Malaysia. Investor di Thailand 100% saham Thailand. Investor di Jepang 100% saham Jepang. Mereka semua merasa melakukan hal yang benar. Namun pertanyaannya: apakah rasional membatasi diri hanya pada satu negara, hanya karena Anda tinggal di negara itu? Jawabannya: tidak. Inilah yang disebut home bias—kecenderungan investor untuk mengalokasikan sebagian besar portofolionya ke saham domestik (dalam negeri), meskipun diversifikasi global secara objektif bisa memberikan return yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah. Apa Itu Home Bias? Home bias (atau domestic bias) adalah preferensi investor untuk berinvestasi di negara asalnya secara tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  2. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  3. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  4. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  5. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  6. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  7. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  10. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi

TradingView Chart - SMRA