Update: Jumat, 10 Juli 2026

SMRA

PT. Summarecon Agung Tbk.

Rp 282
0.00%
Volume
44.350 lot
MA 5
283
MA 20
286
RSI
37.93
High
284
Low
280
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.00%
Support (10d)
266
Resistance (10d)
296
Volume Trend (10d)
-58.2%
Score
10
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.40 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -30.226 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp266, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp296.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 253 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga

Dalam dunia trading saham, kemampuan membaca candlestick adalah keahlian fundamental yang wajib dikuasai. Dari sekian banyak pola reversal, Hammer (Bullish) adalah salah satu formasi satu candlestick yang paling terkenal dan paling bisa diandalkan, terutama bagi trader yang suka memburu titik balik dari tren turun. Pola ini diberi nama "Hammer" (palu) karena bentuknya yang menyerupai alat palu—tubuh kecil di atas dan tangkai panjang di bawah. Dan seperti palu, pola ini bisa "memukul" tren turun hingga berbalik arah. Apa Itu Hammer (Bullish)? Secara visual, Hammer terbentuk dalam satu periode (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri sebagai berikut: Sumbu bawah (lower shadow) panjang – minimal 2 kali panjang tubuh candlestick. Tubuh (real body) kecil – berada di bagian atas rentang harga. Sumbu atas (upper shadow) sangat pendek –...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  2. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  3. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  4. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  5. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  6. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  7. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  8. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  9. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  10. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

TradingView Chart - SMRA