Update: Senin, 5 Oktober 2026

SMRA

PT. Summarecon Agung Tbk.

Rp 240
+2.56%
Volume
169.380 lot
MA 5
240
MA 20
279
RSI
20.00
High
242
Low
234
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.08%
Support (10d)
232
Resistance (10d)
272
Volume Trend (10d)
-62.3%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-24.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -56.962 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp232, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp272.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 220 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas Fibonacci Retracement yang digunakan untuk mencari level pullback (koreksi) dalam sebuah tren. Namun, setelah harga menyelesaikan koreksi dan melanjutkan tren, pertanyaan selanjutnya muncul: Sampai di mana harga akan bergerak? Inilah saatnya Fibonacci Extension berperan. Jika retracement membantu Anda menjawab "di mana saya harus membeli?", maka extension membantu menjawab "di mana saya harus menjual?". Fibonacci Extension digunakan untuk memproyeksikan seberapa jauh harga akan bergerak setelah menembus titik tertinggi (dalam uptrend) atau titik terendah (dalam downtrend) sebelumnya. Level-level kuncinya adalah 127.2%, 161.8%, dan 261.8% – angka-angka yang mewakili rasio emas dan kelipatannya. Apa Itu Fibonacci Extension? Fibonacci Extension adalah alat untuk memprediksi target harga di luar swing terakhir. Ia memproyeksikan sejauh mana pergerakan harga berikutnya berdasarkan panjang pergerakan sebelumnya. Perbedaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  2. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  3. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  4. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  5. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  6. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  7. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  8. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  9. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  10. Investment Yield Asuransi: Senjata Rahasia di Balik Laba Emiten

TradingView Chart - SMRA