Update: Kamis, 8 Oktober 2026

INTP

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Rp 4.950
-0.20%
Volume
10.560 lot
MA 5
4.978
MA 20
5.083
RSI
39.04
High
5.000
Low
4.900
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.55%
Support (10d)
4.760
Resistance (10d)
5.200
Volume Trend (10d)
-5.8%
Score
15
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-9.59 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.703 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.760, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.200.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.522 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara

Di antara berbagai metrik dalam valuasi saham tambang batubara, ada satu rasio yang paling mendasar namun paling sering diabaikan oleh investor ritel: Strip Ratio. Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat sederhana dan krusial. Strip ratio menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan perusahaan hanya untuk mengakses batubara, sebelum satu ton pun berhasil dijual. Jika Anda ingin memahami mengapa dua perusahaan batubara dengan produksi sama bisa memiliki profitabilitas yang sangat berbeda, jawabannya hampir selalu dimulai dari strip ratio. Apa Itu Strip Ratio? Strip ratio (atau stripping ratio) adalah perbandingan antara volume material penutup (overburden) yang harus dikupas dengan volume batubara yang berhasil diambil dalam suatu tambang terbuka (open-pit mining). Strip Ratio=Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)Volume Batubara (Ton)Strip Ratio=Volume Batubara (Ton)Volume Overburden (Bank Cubic Meter atau BCM)​ Atau sering juga dinyatakan dalam satuan BCM per ton batubara. Contoh sederhana: Jika strip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  2. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  3. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  4. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  7. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  8. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  9. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  10. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula

TradingView Chart - INTP