Update: Jumat, 22 Mei 2026

INTP

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Rp 4.900
+1.87%
Volume
16.351 lot
MA 5
4.834
MA 20
5.120
RSI
37.50
High
4.920
Low
4.810

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.65%
Support (10d)
4.720
Resistance (10d)
5.300
Volume Trend (10d)
+30.3%
Score
35
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-5.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.867 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INTP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.720, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.300.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 4.484 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Current Ratio: Ukur Likuiditas Perusahaan

Current Ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki. Sederhananya, Current Ratio menjawab pertanyaan: “Apakah perusahaan memiliki cukup aset yang bisa cepat dicairkan untuk membayar tagihan-tagihan yang jatuh tempo dalam waktu dekat?” Current Assets (Aset Lancar) : Aset yang bisa diuangkan dalam waktu kurang dari satu tahun (kas, piutang, persediaan). Current Liabilities (Utang Lancar) : Utang yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun (utang dagang, utang bank jangka pendek, pajak terutang). Rumus Current Ratio Rumus Current Ratio sangat sederhana: Current Ratio = Aset Lancar / Utang Lancar Hasilnya biasanya dinyatakan dalam bentuk desimal atau perbandingan (misal 2,0 atau 2:1). Contoh Hitungan Misalkan perusahaan PT Sejahtera Bersama memiliki data berikut: Total aset lancar = Rp200...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  2. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  3. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  4. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  5. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  6. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  7. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  8. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  9. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - INTP