Update: Senin, 5 Oktober 2026

NRCA

PT. Nusa Raya Cipta Tbk.

Rp 545
+3.81%
Volume
56.782 lot
MA 5
533
MA 20
550
RSI
51.16
High
555
Low
520
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.30%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
575
Volume Trend (10d)
-36.0%
Score
70
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-7.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.837 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NRCA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp575.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 556 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 600 - 627 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 507 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

Seorang investor mencoba memproyeksikan laba perusahaan tambang batu bara. Harga batu bara sulit diprediksi, nilai tukar rupiah berfluktuasi, volume produksi tergantung cuaca, dan biaya operasional bisa naik kapan saja. Ia membuat satu proyeksi "base case" dengan asumsi harga batu bara Rp1,5 juta per ton dan kurs Rp15.000 per dolar. Hasilnya: laba naik 25% tahun depan. Ia pun membeli saham. Namun enam bulan kemudian, harga batu bara turun menjadi Rp1,2 juta dan kurs melemah ke Rp16.000. Laba perusahaan anjlok 40%. Harga saham ikut terperosok. Investor itu kebingungan: "Bukankah proyeksi saya menunjukkan kenaikan laba?" Masalahnya: ia hanya membuat satu skenario — satu titik di ruang kemungkinan yang tak terbatas. Dunia nyata tidak berjalan dalam satu garis lurus. Analisis Monte Carlo adalah solusi untuk masalah ini. Dengan menjalankan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  3. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  4. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  5. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  6. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  7. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  8. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  9. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  10. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham

TradingView Chart - NRCA