Update: Senin, 5 Oktober 2026

ITMG

PT. Indo Tambangraya Megah Tbk.

Rp 25.500
+1.19%
Volume
10.277 lot
MA 5
25.105
MA 20
25.779
RSI
43.28
High
25.525
Low
25.050
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.05%
Support (10d)
24.575
Resistance (10d)
26.175
Volume Trend (10d)
-29.2%
Score
35
Win Rate (30d)
60 %
P/L (30d)
0.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.452 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ITMG saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp24.575, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 23.346 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

Dalam dunia investasi saham infrastruktur — baik itu pembangun jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, hingga proyek EPC migas — ada satu istilah yang disebut-sebut sebagai detak jantung perusahaan. Istilah itu adalah Backlog. Jika Anda hanya mengandalkan laporan laba rugi untuk menilai saham infrastruktur, Anda seperti menilai kesehatan seseorang hanya dari foto lama. Backlog adalah cermin masa depan — ia menunjukkan pekerjaan yang sudah dipesan, kontrak yang sudah ditandatangani, dan pendapatan yang akan mengalir di tahun-tahun mendatang. Apa Itu Backlog? Backlog adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan dan dikontrakkan oleh perusahaan infrastruktur, namun belum dilaksanakan atau pendapatannya belum diakui. Dengan kata sederhana: Backlog adalah "gunungan pekerjaan" yang sudah pasti akan dikerjakan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan infrastruktur memenangkan tender proyek pembangunan bandara senilai Rp 5 triliun:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  3. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  4. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  5. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  6. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  7. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  8. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  9. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan
  10. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat

TradingView Chart - ITMG