Update: Jumat, 22 Mei 2026

ITMG

PT. Indo Tambangraya Megah Tbk.

Rp 23.175
+3.81%
Volume
24.038 lot
MA 5
23.440
MA 20
25.138
RSI
32.46
High
23.225
Low
22.000

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.03%
Support (10d)
22.000
Resistance (10d)
26.250
Volume Trend (10d)
-4.9%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-11.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.835 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ITMG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp22.000, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.250.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 22.000, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  2. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  3. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  4. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  5. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  8. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  9. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  10. Capital Light Model: Model Bisnis Idaman Investor Modern

TradingView Chart - ITMG